Nilai

Pemerintah memprioritaskankan kebudayaan dalam proses pembangunan generasi muda sebagai bentuk National Character Building generasi muda Indonesia. Pembangunan karakter generasi muda Indonesia diharapkan dapat menjadi identitas anak bangsa di tengah period globalisasi dan akulturasi budaya dunia, serta dapat mendorong kemandirian dalam upaya peningkatan kemampuan daya saing generasi muda Indonesia . Setiap orang pada hakikatnya adalah pemimpin, minimal memimpin diri sendiri. Dalam budaya Jawa telah diwariskan konsep kepemimpinan ”hasthabrata” oleh para raja dan pujangga untuk dapat dijadikan pedoman dan diterapkan dalam melaksanakan tugasnya, mengatur bangsa dan negara. Ajaran “hasthabrata” tersebut ditemukan dalam buku Kakawin Ramayana, Serat Rama Jarwa , Serat Ajipamasa , Cerita wayang “Wahyu Makutharama”.

Di samping itu, kekayaan berupa uang tesebut tidak boleh dipamerkan. Api memiliki hukum yang jelas, ia membakar apa saja yang menyentuhnya. Walaupun bersifat merusak, ia merupakan unsur alam paling adil di antara yang lain. Sifat api yang spontan namun stabil mencerminkan keberanian dan keyakinan kuat. Berani dan yakin untuk ‘menghancurkan’ masalah-masalah yang timbul di kemudian hari.

Dan menjadi pemimpin tidak bisa didapat melalui kursus atau membayar sebuah kelas dengan bayaran tertentu. Nah, beruntunglah Anda apabila Anda mampu konsisten dengan hal ini. Anda akan cocok menjadi pemimpin, agar bisa mengontrol mereka yang kurang konsisten di bidangnya. Pemimpin menjadi faktor penentu keberhasilan dan kemajuan bagi suatu tim. Jika anak buah dan tim mampu maju dan berkembang hebat, maka sudah pastilah maju karena ada pembimbing yang hebat di belakangnya. Namun jika suatu tim rusak dan hancur bersumber dari ketidakcakapan seseorang pemimpinya.

Sebuah watak menjadi pemimpin

Jadi seorang pemimpin harus memiliki wawasan yang luas seperti luasnya lautan dalam memimpin rakyatnya. Wawasan luas akan menjadi dasar bagi kearifan seorang pemimpin untuk menangani setiap permasalahan. Dewa Agni dimaksudkan bahwa seorang pemimpin harus mampu menggelorakan dan mengobarkan semangat masyarakat yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan bersama.

Implementasinya pemimpin harus memiliki kemampuan menyesuaikan diri baik dengan orang lain maupun dengan lingkungan sekitarnya. Ia juga mampu memperhatikan potensi, kebutuhan dan kepentingan pengikutnya dan PGS memiliki kemampuan untuk membuka pikiran seluruh tim kerjanya secara luas. Selain itu, pemimpin memiliki kemampuan untuk menerima pendapat dari bawahan dan memikirkan baik-baik semua pendapat yang ada.

Mungkin, kelemahan terbesar tipe kepemimpinan model ini bisa di analogikan dengan peribahasa “Tong Kosong Nyaring Bunyinya”.Mereka mampu menarik orang untuk datang kepada mereka. Setelah beberapa lama, orang-orang yang datang ini akan kecewa karena ketidak-konsistenan. Ketika diminta pertanggung jawabannya, si pemimpin akan memberikan alasan, permintaan maaf dan janji. Memimpin bukan hanya tentang memotivasi orang dan tim inspirasi, tapi juga mengharuskan Anda untuk mengetahui alat dan sumber daya yang tersedia dan atau yang harus diperoleh untuk bersaing. Seorang pemimpin yang baik bisa memberikan kepercayaan pada timnya untuk bekerja. Sebaliknya, pemimpin yang buruk tidak mampu memberikan kepercayaan itu.

Bicara pesan ethical dalam Astabrata maupun Saptadewawrtti berisi nasihat agar raja mengikuti dan menyamakan tugas dan perilaku kepemimpinannya sesuai dengan sifat-sifat dewa-dewa Lokapala. Menariknya, masih merujuk artikel di atas, jika Astabrata merujuk pada sifat delapan dewa, maka pada Saptadewawrtti hanya merujuk tujuh dewa, minus Dewa Agni. Ada 2 macam pendapat atau konsepsi tentang timbulnya kemampuan seseorang untuk menggerakan orang-orang lain dalam bekerja sama untuk mencapai tujuan. Setiap pemimpin perlu menciptakan kesan-kesan yang baik dalam kelakuan, pembawaan dan tingkah laku pribadi pada setiap saat, sehingga berpengaruh terhadap anak buah/bawahan. Dengan bahasa dapat juga digunakan untuk menanamkan pengaruh terhadap bawahan.

Dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, perusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan. Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan yang berkaitan satu dengan yang lainnya. Untuk lebih jelasnya dapat didefinisikan, bahwa pemimpin adalah orang yang mendapat amanah serta memiliki sifat, sikap dan gaya yang baik untuk mengurus atau mengatur orang lain.

Seorang pemimpin mempunyai baik ketrampilan manajemen maupun keterampilan tekhnis . Semakin rendah kedudukan seorang tekhnis pemimpin dalam organisasi maka keterampilan lebih menonjol dibandingkan dengan keterampilan manajemen. Setiap orang mempunyai pengaruh atas pihak lain, dengan latihan dan peningkatan pengetahuan oleh pihak maka pengaruh tersebut akan bertambah dan berkembang.